INOVASI “GERAK MANFAATKAN GELAS DAN BOTOL PLASTIK BEKAS BERGUNA
SMP NEGERI 3 KISMANTORO (GEMALASNA SPEGAKIS)” TAHUN 2025
INOVASI “GERAK MANFAATKAN GELAS DAN BOTOL PLASTIK BEKAS BERGUNA
SMP NEGERI 3 KISMANTORO (GEMALASNA SPEGAKIS)” TAHUN 2025
RANCANG BANGUN INOVASI : GERAK MANFAATKAN GELAS DAN BOTOL PLASTIK BEKAS BERGUNA
SMP NEGERI 3 KISMANTORO (GEMALASNA SPEGAKIS) TAHUN 2025
1. Dasar Hukum
a. Peraturan Bupati Wonogiri No 77 tahun 2022 tentang Inovasi Daerah dalam rangka mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan maka diperlukan suatu inovasi kreatif dalam penyelenggaraan penciptaaan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah, peningkatan produksi, proses produksi dalam memberikan dorongan yang kuat bagi penyelenggaraan pemerintah daerah khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk lebih berkreasi dan berinovasi maka diperlukan upaya fasilitasi pembinaan atas inovasi serta kreasi yang dilakukan oleh masyarakat baik personal, instansi daerah mauun pendidikan.
b. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri Nomor : 120 tahun 2025 Tentang Pembentukan Tim Pengelola dan Pelaksana Inovasi tentang GERAK MANFAATKAN GELAS DAN BOTOL PLASTIK BEKAS BERGUNA SMP NEGERI 3 KISMANTORO (GEMALASNA SPEGAKIS) TAHUN 2025
2. Latar Belakang
Sampah yang terdapat dilingkungan akan membuat keadaan menjadi kurang bersahabat. Faktor terjadinya sampah berawal dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang menggunakan bahan pembungkus yang terbuat dari bahan palstik, sampah akan menjadi musuh manusia. Hal ini bisa ditemukan diberbagai tempat terutama jenis sampah yang tidak bisa terurai yatu berbahan palstik. Budaya yang banyak terjadi sampah palstik hanya dibakar dan ditanam, hal ini akan membuat polusi terutama tanah, karena palstik tidak akan bisa teruarai dan menyebakan merusakan komponen tanah. Kejadian ini membuat inisiatif dari tim peduli Lingkungan SMP Negeri 3 Kismantoro memanfaatkan dan mengelolanya menjadi produk yang bermanfaat.
SMP Negeri 3 Kismantoro dengan luas kurang lebih sekitar 6000 m2 yang berada dikawasan perbukitan dengan struktur sosial beragam dan teknologi sudah berkembang membutuhkan sebuah upaya untuk mengurangi, mencegah adanya pengaruh teknologi dan perkembangan lingkungan yang beragam terutama pola perilaku Masyarakat dan secara khusus adalah peserta didik. Jumlah peserta didik yang berjumlah 171 melaksanakan program belajar dengan baik . ditemui dalam kesehariaanya peserta didik degna tingkat perekonomian orangtua yang bergam menciptakan pola perilku yang beraneka terutama dalam hal mengkonsumsi makadnan dan minuman yang dikonsumsi. Pola konsumsi untuk makanan dan minuman yang paling menjadi pemikiran sekolah terkait konsumsi makanan dan minuman yang menggunkan pembungkus dari bahan palstik. Sampah plastik yang terkumpul setiap harinya menjadi saran bagi sekolah utnuk membuat tim untuk mengatasi permasalahan dengan pengurangan konsumsi makanan dan minuman yang dari plastik serta mengugah ide untuk mengelola sampah palstik dengan membuat inovasi sekolah dengan judul “ GERAK MANFAATKAN GELAS DAN BOTOL PLASTIK BEKAS BERGUNA SMP NEGERI 3 KISMANTORO (GEMALASNA SPEGAKIS) “ di lingkungan sekolah. Sehingga diharapkan lingkungan sekolah tidak terjadi adanya permasalahan, mengurangi adanya masalah sampah dan polusi tanah.
3. Penjaringan Ide
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim sekolah melakukan koordinasi sehingga menghasilkan beberapa hal antara lain ;
Membuat pendataan terkait adanya masalah sampah plastik
Pembuatan program kegiatan pemanfaatan sampah plastik
Pelaksanaan untuk mencegah pemakaian bungkus dari bahan dasar palstik.
Bekerja sama dengan pihak FORKOMPINCAM, Pihak Desa
Melibatkan peran orang tua peserta didik dalam melaksanakan program Gemalasna
Gerakan Pencegahan Sampah dan Pemanfaatan sampah plastik
4. Pemilihan Ide Inovasi
Melihat dari penjaringan ide diatas akhirnya disepakati oleh tim dengan membuat suatu kegiatan yaitu Gerak Manfaatkan Gelas Dan Botol Plastik Bekas Berguna Smp Negeri 3 Kismantoro (GEMALASNA SPEGAKIS) di sekolah dengan menggunakan langkah kegiatan diantaranya:.
Langkah-langkah Inovasi yang dilakukan :
Melakukan Pendataan keadaan Sampah Plastik di lingkungan sekolah
Melakukan sosialisasi terkait pengunaan bahan palstik dari makanan dan minuman yang dikonsumsi peserta didik..
Pembuatan pamflet dan brosur informasi terkait sampah plastik.
Pembuatan tim pelaksana harian peserta didik per kelas
Kerjasama dengan pemerintah setempat
Melakukan kegiatan pemanfaatan sampah palstik.
Kegiatan tersebut terlihat dari sistem pelaksaan tersebut dibawah ini :
1). Melakukan Pendataan keadaan Sampah Plastik di lingkungan sekolah
Langkah kegiatannya akan nampak sebagai berikut :
Membuat formulir kondisi sampah
Membuat skala prioritas terkait keadaan sampah dan jenis sampah.
Mencatat kondisi sampah plastik
2). Melakukan sosialisasi terkait pengunaan bahan plastik dari makanan dan minuman yang dikonsumsi peserta didik.
Langkah kegiatan yang dilakukan ;
Membentuk panitia kegiatan dari unsur guru dan tenaga administrasi sekolah.
Membuat rencana kerja program yang terkait materi, pembicara dan waktu pelaksanaan
Menyiapkan tempat dan akomodasi
Membuat daftar hadir
3). Pembuatan pamflet dan brosur informasi terkait sampah plastik dan bentuk manfaatnya.
Langkah yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah :
Bekerja sama dengan guru mapel Bahasa Indonesia, PKn, IPS, Prakarya dan Seni Budaya untuk menyusruh siswa membuat brosur terkait sampah dan pemanfaatannya.
Sekolah Membuat brosur, pamflet terkait pengelolaan sampah plastik dan pemanfaatannya kemudian ditempel di Mading atau tempat strategi di sekolah
4). Pembuatan tim pelaksana harian peserta didik per kelas
Langkah yang dilakukan dalam kegiatan ini :
a). Tim Sekolah membentuk kelompok kecil pengambilan sampah untuk tiap -tiap kelas.
b). Membuat jadwal dalam pengumpulan sampah plastik dari bak sampah kelas
5) Kerjasama dengan pemerintah setempat
Kegiatan yang dilakukan dengan melakukan beberapa langkah,yaitu :
Membuat surat kerjasama (MOU) dengan : Kecamatan, kepolisisan, Koramil, Puskesmas, kepala desa
Mengadakan pertemuan untuk membahas tentang kegiatan yang terkait pengelolaan sampah plastic yang bisa berguna manfaat.
Mengadakan sosialisasi terkait dengan pengelolaan sampah plastik
6). Melakukan kegiatan pemanfaatan sampah plastik
Kegiatan ini dilakukan di sekolah, dengan berbagai kegiatan, yaitu :
Mengadakan kerja bhakti / kebersihan kelas setiap hari dan seminggu sekali di program jumat bersih
Sampah yang terkumpul di pilah antara gelas plastik, botol plastik dan bahan plastik yang lain
Selain gelas plastik dan botol plastik dikumpulkan, dikemas dan distribusi utk dijual ke pengepul
Botol plastik dan botiol plastik dikumpulkan kemudian disortir untuk di data dan diolah menjadi produk bermanfaat
Produk yang dibuat menjadi kerajinan tangan peserta didik dalam kegiatan mapel prakarya untuk semua kelas
Produk yang jadi diintarisasi kemudian dikumpulkan dalam tempat pajangan produk .produk yang jadi bisa untuk pameran dan dijual
5. Kondisi Sebelum dan Setelah Ada Inovasi
Kondisi Sebelum Ada Inovasi
a. Kondisi Sekolah yang masih ditemui adanya banyak sampah terutama sampah dari bahan dasar plastik
b. Bungkus dari produk makanan dan minuman dari bahan plastik masih sering dijumpai di bak sampah dalam jumlah besar.
c. Belum ada hasil produk dari peserta didik terkait pemanfaatan barang tidak berguna
d. Kreatifitas dan tanggung jawab peserta didik terhadap sampah yang minim
e. Muncul polusi tanah karena sampah plastic yang dikubur di TPA sampah.
Kondisi Setelah ada inovasi / Unsur Kebaharuan ;
Kondisi lingkungan sekolah yang sehat dan nyaman.
Berkurangnya sampah plastik yang berserakan di bak sampah
Peserta didik mampu menciptakan produk bermanfaat dan inovasi kewirausaaan produk dari sampah pslatik.
Sekolah dapat melaksanakan program sesuai visi dan misi sekolah terkait sekolah sehat dan inovatif
6. Waktu
Pelaksanaan kegiatan sebelum bulan juli 2025 masih dijumpai berbagai permasalahan yang muncul terkait sampah plastik dengan dimulai program terhitung mulai tanggal 4 Juli 2024 adanya uji coba sudah mulai terlihat perubahan dan implementasi keseluruhan mulai tanggal 10 Juli 2025
TUJUAN
Mengurangi polusi tanah akibat sampah plastik
Menciptakan kebersihan lingkungan sekolah
Menciptakaan kesehatan diri peserta didik dan lingkungan sekolah
Menumbuhkan kesadaran perawatan lingkungan sekolah
Menumbuhkan jiwa inovasi dan kreatifitasan peserta didik
Pengelolaan sampah yang mempunyai daya jual
MANFAAT
Program dan strategi ini dijadikan model untuk memberikan nuansa perubahan untuk mengatasi masalah terkait sampah terutama di lingkungan sekolah
Peserta didik lebih menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kelas
Bisa mengurangi dan mencegah tingkat pencemaran lingkungan
Peserta didik lebih nyaman belajar dan berkegiatan
Peserta didik mengembangkan diri dalam berinovasi
Menciptakan visi sekolah Bersih dan Sehat
HASIL INOVASI
Berdasarkan dari kegiatan yang dilakukan dari beberapa langkah dan strategi telah memberikan beberapa hasil. Hasil yang terlihat dan memberikan manfaat kepada pihak sekolah, orangtua, siswa dan masyarakat yaitu :
Siswa dapat berperilaku dan berakhlak mulia sesuai Visi dan Misi sekolah.
Hal ini dengan melihat dari suasana di kelas dan sekolah bersh dan sehat
Orangtua memberikan apreasi positif pada sekolah dengan adanya kegiatan sosialisasi tentang Sampah dan pemanfaatannya. Alasannya adalah orangtua dan siswa merasa tahu dan mengerti tentang kondisi yang ada sekarang, dari hal tersebut orangtua semakin memberikan mendukung kegiatan dan perilaku anak dalam kegiatan sehari-hari serta akan menjalin hubungan baik dan komunikatif agar peserta didik sehat dan lebih berkarakter.
Kegiatan pendataan dan kondisi dari keluarga siswa memberikan gambaran dan sejarah kehidupan harian siswa sehingga mampu memberikan solusi bila terjadi adanya masalah pada siswa. Pihak sekolah dapat lebih bisa memantau keadaan perilaku hidup sehat,
Informasi dan ajakan lewat pamflet, brosur memberikan tambahan informasi serta bisa mengurangi adanya kasus lingkungan baik di rumah maupun disekolah.
Hasil dari adanya Kerjasama dan MOU dengan pihak pemerintah daerah, polsek, koramil, puskesmas, komite dan kepala desa,pihak sekolah mampu memberikan komunikasi dan kegiatan berkesinambungan dalam mengatasi masalah sampah dan kesehatan.
Peserta didik lebih meningkat budaya hidup sehat dan peduli lingkungan.
Pihak sekolah bisa mewujudkan suasana kelas dan sekolah yang lebih bersih, aman dan sehat. kegiatan yang diberi muatan wirausaha, ketrampilan serta kolaboratif mampu memberikan hasil positif pada siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran yang berkarakter.
UNSUR KEBAHARUAN
Kegiatan dan program dari GERAK MANFAATKAN GELAS DAN BOTOL PLASTIK BEKAS BERGUNA SMP NEGERI 3 KISMANTORO (GEMALASNA SPEGAKIS) TAHUN 2025 terdapat unsur kebaharuan dalam hal :
Sistem dalam menangani masalah ligkungan yang menjadi aman, bersih dan sehat
Langkah-langkah konkret dalam penanganan masalah sampah 80 % jumlah sampah plastik dapat dikelola dan pengelolaanya dalam bentuk produk manfaat dari peserta didik
Komponen pemberdayaan dari program yang melibatkan unsur-unsur pihak yang terkait sehingga sinergitas mulai nampak dan berperan
Manfaat dan keguanan dari program yang berdampak besar untuk masalah hidup sehat dan wirausaha bagi peserta didik